Pembangunan
ekonomi
a. Pengertian Pembangunan Ekonomi
Pembangunan
ekonomi adalah
suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan
memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam
struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu
negara.
Pembangunan
ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth);
pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan
ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
yang
dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi
suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi
apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya
pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan
antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat
kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output
produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat
kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat
perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai
sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnya
pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan
perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen
penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
- Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan
sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus
dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai
lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui
tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani
tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
- Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai
suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh
suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian,
sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang
terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan.
Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan
dalam kesejahteraan masyarakat.
- Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Suatu
perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan
perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa
pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu
negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka
mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi
tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut
kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.
b.
TEORI-TEORI
PEMBANGUNAN EKONOMI
Teori pembangunan
ekonomi dapat digolongkan menjadi lima golongan besar yaitu Klasik, Karl Marx,
Neoklasik, Scumpeter, dan Post Keynesian. Aliran-aliran ini mengemukakan
sebab-sebab pertumbuhan pendapatan nasional dan proses pertumbuhannya.
Aliran
klasik muncul pada akhir abad ke-18 dan permulaan abad ke 19 yaitu dimasa
revolusi industri yang merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada
waktu itu aliran ekonomi yang sedang berkembang adalah sistem liberal dan
menurut aliran klasik ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya kemajuan dalam
bidang teknologi dan peningkatan jumlah penduduk. Kemajuan teknologi tergantung
pada pertumbuhan kapital.
Kecepatan
pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan,
sedangkan tingkat keuntungan ini tergantantung pada sumber daya alam. Aliran
klasik juga mengalami perkembangan dari beberapa pengamat aliran klasik,
diantaranya Adam Smith, David Ricardo, dan Thomas Robert Malthus.
1. Adam Smith
Menurut
Adam Smith, untuk berlakunya perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi
atau pembagian kerja. Pembagian kerja didasari oleh akumulasi capital yang
berasal dari dana tabungan dan luas pasar. Luas pasar disni berfungsi
untuk menampung hasil produksi sehingga dapat menembus perdagangan
internasional. Perrtumbuhan itu mulai maka ia akan bersifat kumulatif artinya
bila ada pasar yang dan ada akumulasi kapital, pembagian kerja akan terjadi dan
akan menaikan tingkat produktivitas tenaga kerja.
Menurut
Smith, spesialisasi yang semakin besar membutuhkan pasar yang semakin luas dan
dorongn untuk membua6t alat-alat baru makin bertambah. Dilain pihak naiknya
produktifitas akan menyebabkan upah naik dan ada akumulasi kapital. Tetapi
karena SDA terbatas adanya, maka keuntungan akan menurun karena berlakunya
hukum penambahan hasil yang semakin berkurang. Pada tingkat inilah perkembangan
mengalami kemacetan.
2.
David Ricardo
Menurut
David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat yaitu
golongan capital, golongan buruh, dan golongan tuan tanah. Golongan kapital adalah
golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka
selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam
bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
Golongan buruh merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat, namun sangat
tergantung pada capital. Golongan tuan tanah merupakan golongan yang
memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang disewakan.
David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan
akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang
jumlahnya atau semakin langka adanya. Akibatnya berlaku pula hukum tambahan
hasil yang semakin berkurang. Disamping itu juga ada persaingan diantara
kapitalis-kapitalis itu sendiri dalam mengolah tanah yang semakin kur4ang
kesuburannyadan akibatnya keuntungan mereka semakin menurun hingga pada tingkat
keuntungan yang normal saja.
3.
Thomas Robert Malthus
Menurut
Thomas Robert Malthus tambahan permintaan tergantung kepada kenaikan jumlah
penduduk yang terus menerus. Namun, hal itu juga perlu diikuti oleh
perkembangan unsur lain seperti turunnya biaya produksi dan kenaikan jumlah
capital. Apabila jumlah produksi bertambah maka secara otomatis permintaan akan
ikut bertambah pula karena pada hakekatnya kebutuhan manusia tidak terbatas.
Jadi
kenaikan jumlah penduduk saja bukan merupakan pendorong kemajuan ekonomi
bilamana tidak membawa kenaikan permintaan efektif. Lagipula perkembangan
penduduk meskipun menambah permintaan efektif, belum tentu membawa perkembangan
ekonomi.
Malthus
juga menganggap bahwa tabungan bisa saja menjadi pendorong bagi perkembangan
ekonomi, yaitu sebagai sumber kapital. Tetapi tabungan juga bisa menghambat
karena memperkecil permintaan efektif.
B.
Teori Karl Marx ( Pertumbuhan dan Kehancuran )
1.
Sejarah Perkembangan Masyarakat
Karl
Marx Mengemukakan teorinya berdasarkan atas sejarah perkembangan masyarakat.
Perkembangan masyarakat tersebut berlangsung dalam lima tahap yaitu:
a.
Masyarakat Komunal Primitif (primitive
communal)
Dalam
tahap ini msyarakat masih
menggunakan alat-alat produksi sederhana yang merupakan milik kumunal. Tidak
ada surplus produksi di atas konsumsi karena orang membuat sendiri
barang-barang atas kebutuhannya sendiri.
b. Masyarakat Perbudakan (slavery)
Dasar terbentuknya adalah adanya hubungan antar
pemilik factor produksi dan orang-orang yang hanya bekerja untuk mereka. Para
budak diberi upah sangat minim Mulai ada spesialisasi untuk bidang
pertanian, kerajinan tangan dsb. Karena murahnya harga buruh maka minat pemilik
factor produksi untuk memperbaiki alat-alat yang dimilikinya rendah.
Buruh makin lama sadar dengan kesewenang-wenangan yang dialaminya sehingga
menimbulkan perselisihan antara dua kelompok tersebut.
c. Masyarakat Feodal
Karena adanya pertentangan dalam masyarakat maka
berakhirlah system perbudakan dan terbentuklah suatu masyarakat beru yang mana
kaum bangsawan memiliki factor produksi utama yaitu tanah.. Para petani
kebanyakan adalah budak yang dibebaskan dan mereka mengerjakan dahulu tanah
milik bangsawan. Hubungan ini mendorong adanya perbaikan alat produksi terutama
di sector pertanian. Kepentingan dua kelas tersebut berbeda, para feodal lebih
memikirkan keuntungan saja dan kemudian mendirikan pabrik-pabrik. Banyak timbul
pedagang-pedagang baru yang didukung raja yang kemudian membutuhkan pasar
yang lebih luas. Perkembangan ini menyebakan timbulnya alat produksi kapitalis
dan menghendaki hapusnya system fiodal. Kelas borjuis yang memilki alat-alat
produksi menghendaki pasaran buruh yang bebas dan hapusnya tariff serta
rintangan lain dalam perdagangan yang diciptakan kaum fiodal sehingga kemudian
masyarakat tidak lagi munyukai system ini.
d. Masyarakat Kapitalis
Pada masa ini, hubungan produksinya didasarkan pada
pemilikan individu masing-masing kapitalis terhadap alat-alat produksi. Kelas
kapitalis mempekerjakan buruh . Keuntungan kapitalis membesar yang memungkinkan
berkembangnya alat-alat produksi. Perubahan alat yang mengubah cara produksi
selanjutnya menyebabkan perubahan kehidupan ekonomi masyarakat. Perbedaan
kepentingan antara kaum kapitalis dan buruh semakin meningkat dan mengakibatkan
perjuangan kelas.
e. Masyarakat Sosialis
Dalam system sosialis, kepemilikan alat produksi
didasarkan atas hak milik sosial. Hubungan produksi merupakan hubungan
kerjasama dan saling membantu diantara buruh yang bebas unsur eksploitasi.
Tidak ada lagi kelas-kelas dalam masyarakat.
2. Runtuhnya Sistem Kapitalis
Marx mengatakan bahwa bukan kesadaran manusia yang menentikan
keadaan, tetapi sebaliknya keadaanlah ( maksudnya kesadaran ekonomi ) yang
menentukan kesadaran manusia.Mengenai perkembangna system kapitalis, Marx
bersifat pesimis, karena kapitalisme tidak saja akan mengalami stagnasi tetapi
juga akan mengalami keruntuhan yang disebabkan oleh perkembangan kapitalisme
itu sendiri. Marx mendasarkan hal tersebut berdasarkan hokum gerak, yaitu :
a. Konsentrasi
Dikarenakan Kapitalis menganut persaingan bebas,
maka hanya perusaan-perusahaan kuat yang akan bertahan dan perusahaan kecil
akan bangkrut. Sehingga yang tinggal hanya perusahaan besar saja. Hal ini
terjadi karena perusahaan yang satu bergabung dengan prusahaan lain supaya
tidak bangkrut. Dengan demikian terjadilah pemusatan-pemusatan perusahaan
menjadi prusahaan-perusahaan besar yang pasti jumlahnya semakin sedikit.
b. Akumulasi
perusahaan-perusahaan yang telah menggabung akan
bertambah besar jumlahnya karena sedikit banyak perusahaan yang sudah besar itu
memiliki kedudukan monopoli, sehingga kekayaannya semakin menumpuk
(berakumulasi). Perbedaan antara yang kaya dan yang miskin semakin besar dan
nyata.
c. Kesengsaraan
Adanya persaingan berarti perusahaan kecil menjadi
bubar dan mereka menggabungkan diri pada para buruh. Buruh semakin banyak
jumlahnya dan semakin kuat pula. Karena pebawaran buruh semakin banyak, maka
upah dapat ditekan dan mereka masih dapat didesak oleh kaum kapitalis.
Akibatnya kemelaratan menjadi semakin meluas.
d. Krisis
Akibat hal di atas daya beli masyarakat terus merosot
yang mengakibatkan over produksi, harga barang merosot, produksi ditahan,
banyak pabrik yang ditutup sehingga terjadilah krisis.
C. Aliran Neo-Klasik
Aliran neo-klasik mempelajari tingkat bunga yaitu
harga modal yang menghubungkan nilai pad saat ini dan saat yang akan datang.
Pendapat neo-klasik mengenai perkembangan ekonomi dapat diikhtisarkan sebagai
berikut:
a. Adanya akumulasi capital merupakan faktor penting
dalam perkembangan ekonomi
Menurut neo-klasik, tingakat bunga dan tingkat
pendapatan menentukan tingginya tingkat investasi. Tingkat bunga rendah, maka
investasi akan tinggi dan sebaliknya. Kemajuan teknologi merupakan salah satu
faktor pendorong kenaikan pendapatan nasional. Perubahan teknologi menurut
neo-klasik adalah penemuan-penemuan baru yang mengurangi penggunaan tenaga
buruh atau relatif lebih bersifat “penghematan buruh” (labor saving) daripada penghematan kapital (capital saving). Jadi
kemajuan-kemajuan teknik akan menciptakan permintaan yang kuat akan
barang-barang kapital.
b. Perkembangan sebagai proses yang gradual
Perkembangan merupakan proses yang gredual dan terus
menerus. Alfred Marshall menganggap bahwa perekonomian sebagai suatu kehidupan
organik yang tumbuh dan berkembang perlahan-lahan sebagai proses yang gradual.
c. Perkembangan sebagai proses yang harmonis dan
kumulatif
Perkembangan sebagai proses yang harmonis dan
kumulatif ialah proses ini meliputi berbagai faktor dimana faktor-faktor itu
tumbuh bersama-sama. Marshal menggambarkan harmonisnya perkembangan itu karena
adanya internal economies dan external economies. Intrnal economies timbul
karena adanya kenaikan skala produksi yang tergantung pada sumber-sumber dan
efisiensi dari perusahaan. External economies tergantung pada industri pada
umumnya yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan antar industri. Internal economies
merupakan hasil dari adanya mesin-mesin yang lebih luas, managemen yang lebih
baik dan sebagainya sehingga ada kenaikan poduksi. External economies timbul
karena kenaikan produksi pada umumnya dan ada hubungannya dengan pekembangan
pengetahuan dan kebudayaan selain itu meliputi timbulnya industri-industri
cabang yang saling membantu satu sama lain demi kelancaran produksi, timbul
fasilitas-fasilitas transpor dan perhubungan yang modern. Marshal menekankan
pada sifat saling ketergantungan dan kontemporer dari perekonomian.
d. Optimis terhadap perkembangan ekonomi
Kalsik mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan macet
karena terbatasnya sumber daya alam. Neo-klasik berpendapat bahwa ada kemampuan
manusia untuk mengatasi terbatasnya pertumbuhan itu dan selalu akan ada
kemajauan-kemajuan pengetahuan teknik secara gradual dan kontinyu.
e. Aspek internasional perkembangan ekonomi
Suatu negara dapat menalami lima tingkat perkembangan
ekonomi:
Mula-mula negara meminjam kapital atau impor kapital,
disebut sebagai debitur yang kurang mapan (immature-debtor).
Negara peminjam menghasilkan dengan kapital pinjaman
tadi, membayar devidn dan bunga atas pinjaman.
Setelah penghasilan nasional negara meningkat terus,
maka sebagian lagi dipinjamkan ke negara lain yang menbutuhkan. Namun deviden
dan bunga yang dibayar lebih dari deviden dan bunga yang diterima negara yang
diberi pinjaman. Negara ini tingkat debiturnya sudah mapan (mature-deptor).
Dengan demikian negara mendapat surplus sehingga
utangyna sendiri sudah semakin sedikit dan piutangnya semakin besar. Negara ini
pada tingkat kreditur yang belum mapan (immature-credior).
Akhirnya negara tersebut hanya menerima deviden dan
bunga dari negara lain saja. Negara ini tingkat krediturnya sudah mapan (mature-creditor).
D. Teori schumpeter
Jalannya perkembangan ekonomi
Perkembangan ekonomi bukan merupakan proses yang
harmonis atau gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan
terputus-putus (discontinuous),
yaitu gangguan-gangguan terhadap keseimbangan yang telah ada. Perkembangan
ekonomi disebabkan oleh adanya perubahan-perubahan terutama dalam lapangan
industri dan perdagangan. Berproduksi berarti mengkombinasikan bahan-bahan dan
tenaga yang ada atau yang dapat dicapai menghasilkan barang dengan metode lain
(inovasi). Inovasi dapat berbentuk lima hal yaiu:
Mengemukakan atau mengenalkan barang-barang baru, atau
barang-barang yang berkualitas baru yang belum dikenal oleh konsumen
Mengenalkan suatu metode produksi yang baru
Penemuan sumber-sumber ekonomi baru
Menjalankan organisasi baru dalam industri
Adanya kemungkinan inovasi perlu, tetapi belum cukup
mendorong perkembangan ekonomi. Maka untuk adanya perkembangan ekonomi masih
diperlukan pelaksanaan novasi-inovasi yang dalam hal ini dilakukan oleh
wiraswasta. Neo-klasik menekankan penggunaan tabungan untuk investasi.
Sebaliknya menurut Schumpeter, perkembangan-perkembangan selanjutnya tidak
bersifat gradual, tetapi mengandung ketidakpastian dan resiko yang besar,
sehingga tidak dapat diperhitungjan dulu dan akan timbul keraguan dalam
mengembangkan usahanya. Menurut Schumpeter motif-moif wiraswasta untuk menaikan
keuntungan atau standar hidup untuk dapat menang dalam persaingan dan
memperoleh kedudukan monopoli. Kunci teori Schumpeter ialah untuk perkembangan
ekonomi faktor yang terpenting adalah wiraswasta (enterpreneur).
. Runtuhnys sistem kapitalis
Schumpeter berpendapat bahwa dasar-dasar ekonomi dan
sosial sistem kapitalis akan runtuh,ia mendasarkan pendapatnya atas 3 hal:
Usangnya fungsi wiraswasta
Kegiatan wiraswasta terdiri merubah bentuk-bentuk
perekonomian atau pola yang ada dan menciptakan sesuatu yang baru.etapi kemajuan
teknologi diserahkan atai dilakukan oleh para ahli dalam industri besar.
Pemasaran dan dan pengurusan kegiatan yang baru sudah diatur sepenuhnya.
Inovasi tidak lagi dilakukan oleh orang tertentu namun merupakan pekerjaan
rutin yang dipimpin oleh manager yang ahli dalam perusahaan besar. Jadi fungsi
wiraswasta menjadi usang.
Runtuhnya rangka kehidupan masyarakat kapitalis
Kecenderungan pada konsentrasi perusahaan-parusahaan
besar akan menyebabkan lenyapnya dasar-dasar penting bagi kapitalisme yaitu hak
milik perseorangan dan kebebasan untuk mengadakan kontrak (freedom of contract). Jadi
kapitalisme akan runtuh karena dasar dari kapitalisme ini sudah melemah.
Runtuhnya golongan politikus
Mula-mula raja-raja feodal membantu tumbuhnya industri
dan perdagangan secara politis namun peraturan-peraturannya menguntungkan
mereka. Tetapi dalam kapitalise yang sudeh maju, kaum industri dan
perdagangannya meruntuhkan kekuatan feudal.
E. Analisa post-keynesian
Ahli-ahli post-keynesian ialah mereka yang mencoba merumuskan
perluasan teori keynes.post-keynesian memperluas sistem menjadi teori output
dan kesempatan kerja dalam jangka panjang, yang menganalisa fluktasi jangka
pendek untuk mengetahui adanya perkembangan ekonomi jangka panjang.
Dalam analisis ini persoalan yang penting ialah:
•Syarat yang diperlukan untuk mempertahankan
perkembangan pendapat yang mantap (steady
growth) pada tingkat pendapatan dalam kesempatan kerja penuh (full employment income) tanpa
mengalami deflasi atau inflasi.
•Apakah pendapatan itu benar-benar bertambah pada
tingkat sedemikian rupa sehingga dapat mencegah terjadinya kemacetan yang lama
atau terus menerus.
Analisis harrod dan domar mengenai pertumbuhan yang
mantap (steady growth)
Harrod dan domar menekankan pentingnya peranan akumulasi
kapital dalam proses pertumbuhan. Bedanya mereka menitik beratkan bahwa
akumulasi kapital mempunyai nilai ganda yaitu menimbulkan pendapatan dan
menaikkan kapasitas produksi dengan cara memperbesar persediaan kapital,
sedangkan kaum klasik menitik beratkan pada kapasitas dari akumulasi kapital
tetapi menggunakan adanya anggapan adanya permintaan cukup dan Keynes menitik
beratkan persoalan permintaan yang cukup tetapi mengesampingkan problem
kapasitas. Harrod dan Domar menganalisa kapasitas dan permintaan yang
sebenarnya perlu diperhatikan karena adanya investasi.
Pengaruh pembentukan alat-alat kapital baru:
Kapital yang baru akan tetap belum dapat digunakan
sebab bila digunakan hasilnya tidak dapat terjadi karena pendapatan tetap.
Kapital baru akan digunakan dengan biaya dari alat
kapital yang telah ada sebelumnya.
Kapital yang baru akan menggantikan tenaga kerja.
Karena adanya pengaruh diatas, poembentukan kapital
harus dibarengi dengan kenaikan pendapatan yang sudah ada dan menganggurkan
kapital dan tenaga kerja. Kenaikan pendapatan diperlukan untuk menghindari
kelebihan alat-alat kapital dan pengangguran tenaga kerja.
2. Teori Evsey D. Domar
Karena investasi menaikkan kapasitas produksi dan
pendapatan, maka seberapa tingkat kenaikan investasi sama dengan kenaikan
pendapatan dan kapasitas produksi diperlukan anggapan-anggapan teori sebagai
berikut:
Perekonomian sudah ada dalam pengerjaan tingkat penuh
(full employment income)
Tidak ada pemerintah dan perdagangan luar negeri
. Tidak ada keterlambatan penyesuaian (lag of adjustment)
Hasrat menabung marginal dan hasrat menabung rata-rata
sama.
Marginal propensity to save dan Capital
coeffisien adalah tetap.
Dari teori ini dinyatakan bahwa kenaikan investasi
akan menaikkan kapasitas produksi dan pendapatan. Perekonomian kenyataannya
menghadapi masalah yaitu bila investasi hari ini tidak cukup maka akan terjadi
pengangguran. Bila ada investasi hari ini maka besok diperlukan investasi yang
lebih banyak untuk menaikkan permintaan sehingga kapasitas produksi bertambah.
3. Teori Harrod
Harrod menyelediki keadaan perkembangan ekonomi secara
terus-menerus dan cara untuk mencapai perkembangan ekonomi. Ia menyatakan bahwa
tabungan sama dengan investasi (GC=IS) dimana G adalah tingkat pertumbuhan
output atau perbandingan antara naiknya income dan total income pada waktu
tertentu. C adalah tambahan kapital atau perbandingan antara investasi dan
kenaikan pendapatan (I/DY) dan S adalah tabungan. Investasi dan pendapatan
harus tumbuh pada tingkat pertumbuhan yang mantap untuk mempertahankan
pengerjaan penuh dalam jangka panjang.
Kelemahan teori Harrod-Domar adalah teori menggunakan
asumsi yang sulit. Faktor-faktor penting seperti hasrat menabung adan rasio
kapital output dianggap tetap, sedangkan kenyataan pada jangka panjang faktor
tersebut berubah-ubah yang akan mengubah syarat yang dibutuhkan untuk adanya
pertumbuhan ekonomi.
4. Teori Stagnasi Sekular (Secular Stagnation)
Stagnasi sekuler menunjukkan suatu fase perkembangan
kapitalis yang telah masak dimana tabungan bersih pada tingkat full
employmentcenderung bertambah, sedangkan investasi bersihnya menurun. Ini
menandakan kecenderungan jangka panjang menuju pada pengurangan kegiatan
ekonomi.perumusan sebab-sebab stagnasi sekuler adalah:
Menitik beratkan pada peranan faktor faktor eksogen
seperti teknologi, perkembangan penduduk, pembukaan dan perkembangan daerah
baru.
Menurut A. Hansen, perkembangan penduduk yang cepat,
pembukaan daerah baru dan kemajuan teknologi akan mendorong investasi dan
menaikkan pendapatan. Menurut Keynes, perkembangan penduduk akan mendorong
kenaikan ekonomi, menaikkan daya beli dan dapat memperluas pasar. Tertundanya
perkembangan penduduk menagkibatkan akumulasi kapital relatif lebih banyak dari
pada tenaga kerja.
Menitik beratkan pada perubahan-perubahan dasar di
dalam lembaga-lembaga sosial seperti meningkatnya pengawasan pemerintah
terhadap perusahaan-perusahaan dan poerkembangan organisasi buruh.
Menitik beratkan pada faktor-faktor endogen seperti
perkembangan persaingan dan konsentrasi-konsentrasi perusahaan dalam industri.
Perubahan struktural pad faktor-faktor endogen yang
mengembangkan monopoli dan oligopoli. Perkembangan ke bentuk oligopoli dalam
perekonomian yang maju dapat memperbesar laba. Perusahaan oligopoli cenderung
melakukan produksi melebihi kapasitas. Monopoli juga mampu menhambat terjadinya
proses inovasi dengan penghalangan pengetrapan terhadap invensi baru.
Faktor
Sumber daya
alam yang dimiliki memengaruhi pembangunan ekonomi.
Ada beberapa
faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada
hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor
ekonomi dan faktor nonekonomi.
Faktor
ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah
sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau
kewirausahaan.
Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan
alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat
memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal
penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan
untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai
lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).
Sumber daya
manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan
kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi,
sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
Sementara
itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan
modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya
modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan
kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat
meningkatkan produktivitas.
Faktor
nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
c. Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan
Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi
- Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
- Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.
- Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
- Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
- Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
Pembangunan ekonomi
- Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
- Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya.
- Memperhatikan pertambahan penduduk.
- Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
- Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
- Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.
d. Dampak Positif dan Negatif
Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi
yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.
Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
- Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
- Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
- Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
- Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya perubahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris menjadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
- Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
- Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
- Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
- hilangnya habitat alam baik hayati atau hewani
Ciri-ciri Pembangunan Ekonomi
1. adanya peningkatan GNP dan pendapatan perkapita yang
disertai pemerataan
2.
terjadinya perubahan struktur ekonomi
3. adanya
perkembangan teknologi
. 4. adanya peningkatan kesejahteraan
yang merata
Tujuan Pembagunan Ekonomi
1.
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam memenuhi kebutu-han hidup
2.
memperluas distribusi barang kebutuhan pokok
3.
memperluas kesempatan kerja
4.
memperbaiki kualitas pendidikan
5.
meningkatkan pendapatan masyarakat
EKONOMI PEMBANGUNAN
Ekonomi
Pembangunan – Suatu bidang dalam ilmu ekonomi yang mempelajari tentang masalah
–masalah ekonomi di negara- negara berkembang dan kebijakan-kebijakan yang
perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi.
Tujuan Analisis Ekonomi Pembangunan :
- Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan ketiadaan pembangunan.
- Menelaah faktor-faktor yang menimbulkan keterlambatan pembangunan.
- Mengemukakan cara-cara pendekatan yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah- masalah yang dihadapi sehingga mempercepat jalannya pembangunan.
Bidang-bidang penting yang dianalisis dalam Ekonomi Pembangunan :
1. Masalah pembentukan modal (investasi)
2. Masalah perdagangan luar negeri (Ekspor & Impor)
3. Masalah pengerahan tabungan (Saving)
4. Masalah bantuan luar negeri
5. Masalah dalam sektor pertanian atau industri
6. Masalah pendidikan dan peranannya dalam menciptakan pembangunan
1. Masalah pembentukan modal (investasi)
2. Masalah perdagangan luar negeri (Ekspor & Impor)
3. Masalah pengerahan tabungan (Saving)
4. Masalah bantuan luar negeri
5. Masalah dalam sektor pertanian atau industri
6. Masalah pendidikan dan peranannya dalam menciptakan pembangunan
Pembahasan:
1.
Pentingnya Pembentukan Modal
Pembentukan atau pengumpulan modal
dipandang sebagai salah satu faktor sekaligus faktor utama dalam pembangunan
ekonomi. Menurut Nurkse, lingkaran setan kemiskinan di negara berkembang dapat
digunting melalui pembentukan modal, sebagai akibat dari rendahnya pendapatan
di negara berkembang maka permintaan, produksi, dan investasi menjadi rendah
atau kurang. Hal ini menyebabkan kekurangan di bidang barang modal dan dapat
diatasi dengan pembentukan modal. Lewat itu persedian mesin, alat2 dan
perlengkapan meningkat, sekala produksi meluas sehingga overhead ekonomi dasn
sosial tercipta. Pembentukan modal membawa pada pemanfaatan penuh sumber2 yang
ada sehingga dapat menaikan besarnya output nasional, pendapatan dasn
pekerjaan, menekan angka inflasi dan defisit neraca pembayaran, serta membuat
perekonomian bebas dari bebn utang luar negeri.
Tujuan pokok pembangunan ekonomi
adalah untuk membangun peralatan modal dalam skala yang cukup untuk
meningkatkan produktifitas di bidang pertanian, pertambangan, perkebuna, industri
dan bidang lainnya.modal juga diperlukan untuk pembangunan sekolah, rumah
sakit, jalan raya dsan kereta api, dan juga infrastrukur lain. Singkatnya,
pembangunan ekonomi adalah penciptaan modal overhead sosial dan ekonomi. Hal
ini hanya mungkin jika laju pembentukan modal didalam negeri cukup cepat, yaitu
jika bagian dari pendapatan atau output yang ada di masyarakat hanya sedikit
saja yang dipergunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung dan diinvestasikan
dalam peralatan modal.
Sebagaimana ditunjukan oleh Lewis,
masalah pokok dalam teori pembangunan ekonomi adalah proses peningkatan
tabungan dan investasi nasional. Investasi dalam peralatan modal tidak hanya
meningkatkan produksi tetapi juga kesempatan kerja, pembentukan modal
menghasilkan kemajuan teknik yang menunjang tercapainya ekonomi produksi skala
luas dan meningkatkan spesialisasi. Pembentukan modal memberikan mesin, alat
dan perlengkapan bagi tenaga kerja yang semakin meningkat. Intinya pembentukan
modal memberikan pengaruh yang positif bagi kesempatan kerja.
Pembentukan modal menciptakan
perluasan pasar. Dialah yang membantu menyingkirkan ketidaksempurnaan
pasar melalui penciptaan modal overhead sosial dan ekonomi –memotong lingkaran
setan kemiskinan baik dari sisi penawaran maupun sisi permintaan-. Lebih jauh
pembentukan modal membuat pembangunan menjadi mungkin kendati jumlah penduduk
terus meningkat dengan pesat. Di negara berkembang yang berpenduduk tinggi
seperti di Indonesia mempunyai keterkaitan antara kenaikan output perkapita
dengan rasio modal-tenga kerja. Tetapi di negara2 yang bermaksud meningkatkan
rasio modal-buruh terpaksa menghadapi dua masalah; pertama, rasio
modal-buruh jatuh akibat naiknya penduduk sehingga diperlukan investasi netto
yang besar untuk mengatasi kemerosotan rasio tersebut. Kedua, pada waktu
penduduk meningkat dengan pesat, menjadi sulit untuk mendapatkan tabungan yang
cukup untuk memperoleh sejumlah tingkat investasi yang diperlukan karena
disebabkan rendahnya pendapatan perkapita yang membuat kecenderungan marginal
menabung tetap rendah sehingga satu2 jalan ialah dengan mempertinggi laju
pembentukan modal.
Pembentukan modal mengatasi masalah
neraca pembayaran. Negara berkembang juga dihadapkan pada masalah
neraca pembayaran, sebab kebanyakan negara tersebut mengekspor barang primer
(seperti bahan mentah dan hasil pertanian) dan mengimpor hampir semua barang
manufaktur dan barang modal. Pembentukan modal domestik merupakan salah satu
pemecahan pokok kesulitan neraca pembayaran ini. Dengan mendirikan industri
pengganti impor, impor atas barang2 tersebut dapat dikurangi, pada pihak lain
dengan meningkatnya prodiksi segala macam barang konsumsi dan barang modal maka
komposisi ekspor menjadi berubah. Bersama2 dengan hasil pertanian dan bahan
mentah industri, ekspor barang manufaktur juga bermula. Jadi pembentukan modal
membanut memecahkan masalah neraca pembayaran.
Pembentukan modal dapat menyelesaikan masalah utang
luar negeri. Laju pembentukan modal yang cepat, lambat laun dapat
mengurangi kebutuhan akan modal asing karena pembentukan modal pada
kenyataannya membantu tercapainya swasembada suatu negara dan mengurangi beban
utang luar negeri. Jika suatu negara meminjam dari negara lain untuk jangka
panjang, utang tersebut merupakan beban yang berat bagi generasi mendatang.
Pada setiap peminjaman, beban utang dari hari ke hari semakin membesar dan
hanya bisa dibayar kembali dengan mengenakan pajak yang lebih tinggi. Beban
pajak meningkat dan uang mengalir keluar dalam bentuk pembayaran utang. Dan
hanya dengan pembentukan modal suatu negara dapat terlepas dari masalah utang
luar negeri.
2.
Perdagangan luar negeri hanyalah istilah kependekan bagi kegiatan pertukarari
antar penduduk suatu negara dengan penduduk di negara lain. Jadi, penjelasan
mengenai mengapa dan bagaimana pertukaran antar perorangan timbul merupakan
kunci dalam menjelaskan mengapa perdagangan nternasional timbul. Dan segi in
perdagangan internasional tidak berbeda dengan pertukaran antara dua orang di
dalam suatu negara; perbedaannya adalab dalam perdagangan internasional orang
yang satu kebetulan tinggal di negara lain. Oleh sebab itu banyak dalil-dalil
dalam teori perdagangan internasional yang bisa diterapkan bagi perdagangan
antar daerah, antara pulau, maupun antara perorangan. Mengkaji makna dan
“pertukaran”, mengapa pertukaran antar perorangan timbul, dan apa
konsekuensi-konsekuensinya.
Perdagangan
dan pertukaran mempunyai arti khusus dalam ilmu ekonomi, perdagangan diartikan
sebagai proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dan
masing-masing fihak. Pertukaran yang terjadi karena paksaan, ancaman perang dan
sebagainya tidak termasuk dalam arti perdagangan yang dimaksud di sini.
Masing-masing fihak harus mempunyai kebebasan untuk menentukan untung-rugi
pertukaran tersebut dan sudut kepentingan masing-masing, dan kemudian
menentukan apakah Ia mau melakukan pertukaran atau tidak. Dalam pengertian mi
maka transaksi pertukaran antara negara jajahan dengan negara penjajahnya, atau
antara anak perusahaan multi-nasional di suatu negara dengan induk
perusahaannya di negara lain bukan perdagangan dalam arti khusus mi. Oleh sebab
itu kita harus berhati-hati dalam menerapkan dalil-dalil teori perdagangan
internasional bagi hubungan-hubungan seperti mi, sebab tidak selalu sesuai dan
mungkin bahkan menyesatkan.
Kenapa aspek
“kehendak sukarla” tersebut penting? Sebab perdagangan dalam arti khusus
tersebut mempunyai implikasi yang sangat fundamental, yaitu bahwa perdagangan
hanya akan terjadi apabila paling tidak ada satu fihak yang memperoleh
keuntungan/manfaat dan tidak ada fihak lain yang (merasa) dirugikan. mi
selanjutnya berarti bahwa perdagangan, bila terjadi, adalah sesuatu yang selalu
balk. Bahkan .kalau kita mengikuti kaum Klasik dan Neokiasik perdagangan bebas
atau pertukaran bebas atau free trade akan memberikan manfaat tambahan yang
maksimal. Pemikiran Kiasik dan Neokiasik yang nampaknya sederhana mi telah
mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam teori maupun kebijaksanaan ekonomi
internasional sampai saat ml. Nanti kita akan mengkaji lebih lanjut pemikiran
ml untuk mengetahui unsur-unsur kebenaran dan kelemahan dan pandangan ini.
Timbulnya
Pertukaran :
Sebetulnya
pertanyaan mi sudah terjawab secara umum dalam pembahasan di atas. Eiii,ikaran
atau perdagangan tirrth,il karenffl salaji satu atau kedua fihak melihat
adanya. mafaat/keuuungantambahan yan9 bisa diperoleh dan pertukaran tersebut.
Jadi motif atau dorongan bagi orang untuk melakukan tukar menukar adalah adanya
kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan tersebut. Manfaat mi disebut manfaat dan
perdagangan atau gains from trade. Singkatnya motif dan pertukaran adalah
adanya kemungkinan memperoleh “gains from trade”(keuntungan-keuntungan dalam
perdagangan).

Terimakasih sangat membantu
BalasHapus